Rabu, 15 Maret 2017

Pada tingkat awal, bahan-bahan pewarna yang digunakan untuk mewarnai batik terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain; pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur



Motif
Motif adalah pola hiasan yang digunakan dalam proses melukis atau menerap batik. Bentuk-bentuk motif batik diproduksi dalam dua bentuk utama yaitu Motif Organik dan Motif Geometrik. Motif Organik berunsurkan alam seperti awan larat, tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, dan hewan. Contoh motif adalah:
Motif Bunga Anggrek
Motif Bunga Raya
Motif Daun Sireh
Motif Geometrik
Motif Pucuk Rebung



Corak

Corak kain batik berarti bagaimana motif-motif yang dipilih dicorakkan pada kain batik tersebut. Antara pola yang biasa digunakan adalah:
Corak Berdiri
Corak Jalur
Corak Melintang
Corak Menyeluruh
Corak diagonal
Corak Tompok-bercak 

Corak Ulangan Batu-bata
Corak Ulangan / Selang seli

Proses Membuat
Kain putih direntangkan. Setelah diterap dengan lilin pertama, ia akan dicelup dengan warna yang gelap sedikit. Setelah itu, ia akan diterap untuk kali kedua dan kemudian dicelup dengan warna yang lebih gelap. Proses ini akan berlanjut sampai habis. Kain ini akan direbus dalam air yang mengandung soda. Bila direbus, warna-warna yang berlainan akan terlihat. Kain batik ini kemudian akan dijemur sampai kering. Kain-kain batik yang sudah kering, akan digosok, dilipat dan dikemas untuk dipasarkan.
Pada dasarnya, ada 3 teknik untuk menghasilkan corak batik:
Batik Blok
Kain putih akan diterapkan dengan corak batik yang menggunakan blok pola. Blok pola terbuat dari kayu atau logam. Proses ini dilakukan berulang-ulang dengan menurut urutan yang tertentu sampai selesai. Di mana blok itu telah dicelupkan terlebih dahulu ke dalam pewarna sebelum ditekapkan pada kain tersebut.

Batik Conteng
Alat canting digunakan untuk mencoret corak batik dengan lilin panas di atas kain putih. Setelah pekerjaan melakar selesai, proses mewarna menurut kesesuaian pola dilakukan dengan menggunakan sikat cat, dimana bagian-bagian yang terkena lilin itu tidak akan merusak warna saat proses mematikan warna di lakukan. Lilin akan cair dan tanggal membuat bagian-bagian ini berwarna putih sebagai benteng.
Batik Layar
Corak batik dibentuk pada layar yang terbuat dari kain polyster yang berpengidang. Layar dipasang di atas kain putih, proses pewarnaan dengan melalukan warna pada corak tadi dengan menggunakan sekuji. Cara begini akan diulang beberapa kali dengan pola yang memungkinkan untuk mendapatkan corak batik yang lengkap. Ini disebabkan satu layar untuk satu warna saja.

Tipe Fabrik
Ada beberapa jenis kain atau bahan yang digunakan pada masa kini. Setiap jenis berbeda pada tekstur, tingkat kelembutan dan
Kain Crepe
Bahan sutra yang tipis dan lembut dengan permukaan tekstur yang berkedut menjadikannya sangat nyaman bila dipakai. Fabriknya seakan kain chiffon, tetapi tidak perlu lining.
Kain Jacquard
Bahan yang lembut dan licin. Sedikit tebal dibandingkan crepe namun tidak mudah keriput. Kebanyakan produk batik adalah dari jenis bahan ini.
Kain Rayon
Bahan yang sedikit kasar namun tahan lama dibandingkan Jacquard. Antara produk batik termurah sesuai dengan kualitas fabriknya.

BLOGSPOT.BATIKMOTIF

MOTIF KAIN BATIK






Motif
Motif adalah pola hiasan yang digunakan dalam proses melukis atau menerap batik. Bentuk-bentuk motif batik diproduksi dalam dua bentuk utama yaitu Motif Organik dan Motif Geometrik. Motif Organik berunsurkan alam seperti awan larat, tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, dan hewan. Contoh motif adalah:
Motif Bunga Anggrek
Motif Bunga Raya
Motif Daun Sireh
Motif Geometrik
Motif Pucuk Rebung
#Corak
Corak kain batik berarti bagaimana motif-motif yang dipilih dicorakkan pada kain batik tersebut. Antara pola yang biasa digunakan adalah:
Corak Berdiri
Corak Jalur
Corak Melintang
Corak Menyeluruh
Corak diagonal
Corak Tompok-bercak 

Corak Ulangan Batu-bata
Corak Ulangan / Selang seli

Proses Membuat
Kain putih direntangkan. Setelah diterap dengan lilin pertama, ia akan dicelup dengan warna yang gelap sedikit. Setelah itu, ia akan diterap untuk kali kedua dan kemudian dicelup dengan warna yang lebih gelap. Proses ini akan berlanjut sampai habis. Kain ini akan direbus dalam air yang mengandung soda. Bila direbus, warna-warna yang berlainan akan terlihat. Kain batik ini kemudian akan dijemur sampai kering. Kain-kain batik yang sudah kering, akan digosok, dilipat dan dikemas untuk dipasarkan.
Pada dasarnya, ada 3 teknik untuk menghasilkan corak batik:
Batik Blok
Kain putih akan diterapkan dengan corak batik yang menggunakan blok pola. Blok pola terbuat dari kayu atau logam. Proses ini dilakukan berulang-ulang dengan menurut urutan yang tertentu sampai selesai. Di mana blok itu telah dicelupkan terlebih dahulu ke dalam pewarna sebelum ditekapkan pada kain tersebut.

Batik Conteng
Alat canting digunakan untuk mencoret corak batik dengan lilin panas di atas kain putih. Setelah pekerjaan melakar selesai, proses mewarna menurut kesesuaian pola dilakukan dengan menggunakan sikat cat, dimana bagian-bagian yang terkena lilin itu tidak akan merusak warna saat proses mematikan warna di lakukan. Lilin akan cair dan tanggal membuat bagian-bagian ini berwarna putih sebagai benteng.
Batik Layar
Corak batik dibentuk pada layar yang terbuat dari kain polyster yang berpengidang. Layar dipasang di atas kain putih, proses pewarnaan dengan melalukan warna pada corak tadi dengan menggunakan sekuji. Cara begini akan diulang beberapa kali dengan pola yang memungkinkan untuk mendapatkan corak batik yang lengkap. Ini disebabkan satu layar untuk satu warna saja.

Tipe Fabrik
Ada beberapa jenis kain atau bahan yang digunakan pada masa kini. Setiap jenis berbeda pada tekstur, tingkat kelembutan dan
Kain Crepe
Bahan sutra yang tipis dan lembut dengan permukaan tekstur yang berkedut menjadikannya sangat nyaman bila dipakai. Fabriknya seakan kain chiffon, tetapi tidak perlu lining.
Kain Jacquard
Bahan yang lembut dan licin. Sedikit tebal dibandingkan crepe namun tidak mudah keriput. Kebanyakan produk batik adalah dari jenis bahan ini.
Kain Rayon
Bahan yang sedikit kasar namun tahan lama dibandingkan Jacquard. Antara produk batik termurah sesuai dengan kualitas fabriknya.
sekian blog dari saya...jangan lupa like dan share ya!!!

penerapan teknologi

REMOTE KONTROL TV SEBAGAI PENGENDALI PERALATAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89C51
ABSTRAKSI
REMOTE KONTROL TV SEBAGAI PENGENDALI PERALATAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89C51
Sistem pengendali peralatan listrik sebagai alat kendali untuk mematikan dan menyalakan peralatan listrik dari jarak jauh dapat dibuat dengan memanfaatkan sinyal infra merah dari remote control TV. Dimana peralatan listrik yang ada bisa dikendalikan dari satu titik. Penerapan alat ini dapat digunakan untuk mematikan dan menghidupkan peralatan listrik dalam rumah tangga, seperti alat-alat elektronik pada ruang utama rumah, yang didalamnya terdapat lampu utama, Kipas angin, tape, dan lain-lain. Contoh lain dari penggunaan alat ini adalah untuk mengendalikan lampu panggung pada acara pentas seni sehingga lampu dapat dikendalikan lebih efektif dan efisien dari jarak jauh.
Alat pengendali peralatan listrik bekerja apabila sinyal infra merah dari Remote Control Sony RM 827T diterima oleh Detektor Infra Red TSOP 1740 yang akan diubah menjadi sinyal high dan low, sinyal high dan low diubah oleh mikrokontroller AT89C51 menjadi data hexadecimal dan dipakai untuk menyalakan relay sesuai tombol remote yang ditekan. Pengujian rangkaian dilakukan dengan memberikan beban output pada rangkaian.
Kata kunci : Pengendali Peralatan Listrik, Remote, Sony RM 827T,
mikrokontroller, AT89C51, IR TSOP 1740
1. Pendahuluan
Peralatan listrik memegang peranan penting di dalam kehidupan sehari-hari. Sistem pengendali peralatan listrik baik di rumah maupun perkantoran yang ada sekarang ini sebagian besar masih menggunakan sakelar konvensional. Teknologi digital memberikan solusi dalam sebuah sistem kendali peralatan listrik sebagai sistem kendali yang lebih baik dan menjadi suatu hal yang berguna bagi masyarakat, sehingga sangat berpengaruh dalam pembuatan alat-alat canggih, yaitu alat yang dapat bekerja secara otomatis dan memiliki ketelitian tinggi dengan bantuan mikrokontroller. Ada beberapa macam kontroler yang dapat digunakan, tetapi saat ini yang paling banyak digunakan adalah kontroler yang merupakan bagian dari mikroprosesor.
Sistem mikroprosesor tidak dapat bekerja sendiri tanpa didukung oleh internal sistem (software) dan eksternal sistem (hardware). Apabila sebuah mikroprosesor dikombinasikan dengan memori (ROM/RAM) dan unit-unit I/O maka akan dihasilkan sebuah mikrokomputer. Kombinasi ini dapat dibuat dalam satu level chip yaitu chip mikrokomputer atau sering disebut juga mikrokontroller.
Penggunaan sebagai unit-unit kendali sudah sangat luas. Hal ini dikarenakan peralatan-peralatan yang dikontrol secara elektronik lebih banyak memberi kemudahan-kemudahan dalam penggunaanya. Seperti dapat melakukan pengontrolan secara otomatis, pengontrolan dari jarak jauh dan lebih efisien.
Misalnya dibidang rumah tangga yang mana dari remote control TV, dengan kemajuan elektronik yang ada saat ini remote control yang ada dirumah dapat digunakan untuk mengontrol peralatan listrik dalam rumah tangga yang lain. Seperti pada ruang utama rumah, yang didalamnya terdapat lampu utama, radio, tape, dan lain-lain. Dengan memanfaatkan signal infra merah dari remote control TV kita dapat mematikan dan menyalakan peralatan listrik tersebut dari jarak jauh. Contoh lain dari penggunaan alat ini adalah untuk mengendalikan lampu panggung pada acara pentas seni. Lampu dapat dikendalikan lebih efektif dan efisien dari jarak jauh. Untuk lebih mengoptimalkan fungsi dari remote control TV, maka dalam skripsi ini dibuat sistem pengontrol dengan menggunakan remote control TV sebagai pengendalinya. Dimana peralatan listrik yang ada bisa dikendalikan dari satu titik.
Dari beberapa uraian di atas, maka penulis bermaksud membuat Skripsi dengan judul “Remote Kontrol TV Sebagai Pengendali Peralatan Listrik Berbasis Mikrokontroller AT89C51”.