MOTIF KAIN BATIK
Motif
Motif adalah pola hiasan yang digunakan dalam proses melukis atau
menerap batik. Bentuk-bentuk motif batik diproduksi dalam dua bentuk utama
yaitu Motif Organik dan Motif Geometrik. Motif Organik berunsurkan alam
seperti awan larat, tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, dan hewan. Contoh
motif adalah:
Motif Bunga Anggrek
Motif Bunga Raya
Motif Daun Sireh
Motif Geometrik
Motif Pucuk Rebung
Motif Bunga Raya
Motif Daun Sireh
Motif Geometrik
Motif Pucuk Rebung
#Corak
Corak
kain batik berarti bagaimana motif-motif yang dipilih dicorakkan pada kain
batik tersebut. Antara pola yang biasa digunakan adalah:
Corak BerdiriCorak Jalur
Corak Melintang
Corak Menyeluruh
Corak diagonal
Corak Tompok-bercak
Corak Ulangan Batu-bata
Corak Ulangan / Selang seli
Corak Ulangan / Selang seli
Proses Membuat
Kain putih direntangkan. Setelah diterap dengan lilin pertama, ia akan dicelup dengan warna yang gelap sedikit. Setelah itu, ia akan diterap untuk kali kedua dan kemudian dicelup dengan warna yang lebih gelap. Proses ini akan berlanjut sampai habis. Kain ini akan direbus dalam air yang mengandung soda. Bila direbus, warna-warna yang berlainan akan terlihat. Kain batik ini kemudian akan dijemur sampai kering. Kain-kain batik yang sudah kering, akan digosok, dilipat dan dikemas untuk dipasarkan.
Kain putih direntangkan. Setelah diterap dengan lilin pertama, ia akan dicelup dengan warna yang gelap sedikit. Setelah itu, ia akan diterap untuk kali kedua dan kemudian dicelup dengan warna yang lebih gelap. Proses ini akan berlanjut sampai habis. Kain ini akan direbus dalam air yang mengandung soda. Bila direbus, warna-warna yang berlainan akan terlihat. Kain batik ini kemudian akan dijemur sampai kering. Kain-kain batik yang sudah kering, akan digosok, dilipat dan dikemas untuk dipasarkan.
Pada dasarnya, ada 3 teknik untuk menghasilkan corak batik:
Batik Blok
Kain putih akan diterapkan dengan corak batik yang menggunakan blok
pola. Blok pola terbuat dari kayu atau logam. Proses ini dilakukan
berulang-ulang dengan menurut urutan yang tertentu sampai selesai. Di mana
blok itu telah dicelupkan terlebih dahulu ke dalam pewarna sebelum ditekapkan
pada kain tersebut.
Batik Conteng
Alat canting digunakan untuk mencoret corak batik dengan lilin panas di
atas kain putih. Setelah pekerjaan melakar selesai, proses mewarna menurut
kesesuaian pola dilakukan dengan menggunakan sikat cat, dimana bagian-bagian
yang terkena lilin itu tidak akan merusak warna saat proses mematikan warna di
lakukan. Lilin akan cair dan tanggal membuat bagian-bagian ini berwarna
putih sebagai benteng.
Batik Layar
Corak batik dibentuk pada layar yang terbuat dari kain polyster yang
berpengidang. Layar dipasang di atas kain putih, proses pewarnaan dengan
melalukan warna pada corak tadi dengan menggunakan sekuji. Cara begini
akan diulang beberapa kali dengan pola yang memungkinkan untuk mendapatkan
corak batik yang lengkap. Ini disebabkan satu layar untuk satu warna saja.
Tipe Fabrik
Ada beberapa jenis kain atau bahan yang digunakan pada masa kini. Setiap
jenis berbeda pada tekstur, tingkat kelembutan dan
Kain Crepe
Bahan sutra yang tipis dan lembut dengan permukaan tekstur yang berkedut
menjadikannya sangat nyaman bila dipakai. Fabriknya seakan kain chiffon,
tetapi tidak perlu lining.
Kain Jacquard
Bahan yang lembut dan licin. Sedikit tebal dibandingkan crepe namun
tidak mudah keriput. Kebanyakan produk batik adalah dari jenis bahan ini.
Kain Rayon
Bahan yang sedikit kasar namun tahan lama dibandingkan Jacquard. Antara
produk batik termurah sesuai dengan kualitas fabriknya.sekian blog dari saya...jangan lupa like dan share ya!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar